Top Social

Jumat, 12 Agustus 2011

diubah atau tidak pak...

Kayaknya kita udah mahfum,maklum, biasa dengan hal hal sepele yang sebenernya sepolo... alias tidak kecil dan bukan remeh... contohnya sperti yang saya alami...

Karena sakit yang melebih 3 hari dari adat dan kebiasaan tubuh saya ini, akhirnya saya putuskan ke dokter, nyari yang terdekat, soalnya lagi ada acara di luarkota... bukan masalah hasil diagnosa atau proses diagnosa, tapi setelah selesai..



"dibikin kuitansi tidak pak.."
"oya boleh"
"mau ditulis berapa?"
"ya sesuai biayanya aja dok"

pastinya sampean, anda sekalian sering dengar.. tapi budaya ini ada karena apa? ada permintaan, sering adanya permintaan, dan si dokter juga memaklumi..., akhirnya membiasakan diri..

masalahnya seberapa untungnya kah merubah nilai rupiah dikuitansi?
siapa yang untung disini?
dokter? jelas nggak, alih alih untung malah memberi pelajaran buruk (menurut saya)
pasien? berapa rupiah? jangan liat masalah orang kaa dan miskin, karyawan bawah dan atas lho..! soanya yang berbuat begini pun banyak yang sudah pake asuransi dengan premi ratusan ribu perbulan..., Jadi..?
apakah benar selisih nilai yang bisa diterima dapat melegakan, memuaskan, menyenangkan hati? berapa lama bertahan uang itu??
Atau Perusahaan? Jelas bukan karena dia yang mengeluarkan biaya..
Kalau masih berpikir bahwa selisih nilai itu berharga(sekali) mungkin perlu cuci otak.. :)
bertanyalah pada jiwamu... apakah berharga...

o bukan masalah nilai? lalu apa?
masih mau merubah kwitansi?

agustus 2011, den baguse
*masih tergoda menjad orang normal yang pengen nambahi uang saku .... :)
Be First to Post Comment !
Posting Komentar