Top Social

Rabu, 31 Agustus 2011

ied..


Rinenggo sumunaring suryo,
wanci ratrining wardoyo
kawulo sak kaluargo ngaturaken sugengg bhinukaning riyadi, Aruming pangruwat jiwo loma..

kathahin kalepatan kawula piyambak, lan ugi kaluargo, mugi diparingi pangapuntening kanthi iklash,

permintaan iklash terasa biasa terucap, diucap dan didengar, namun adalah berat dan tidak gampang untuk benar benar iklash, terkadang qorin sang penjaga tidak iklash jika kita akan iklash..

ilmu iklash adalah ilmu yang cukup berat untuk dijalankan, namun akan terasa ringan jika sudah menjadi kebiasaan,



benarkan sudah tak banyak yang bisa memaknai iedhul fitri? sms dengan rangkaian kata indah, atau tulisan doa yang baik, ucapan maaf lahi bathin jadi terasa sebagai sebuah rutinitas dan terkadang seperti " nggo apik apik" men ndarani ....
tapi benarkah kita memaafkan kesalahan kesalahan itu baik lahir maupun bathin.? Sungguh itu suatu doa dan harapan yang luarbiasa indahnya, jika kita semua mampu melaksanakan apa yng kita ucapkan saat iedhul fitri, memaafkan yang sebenarnya, lahir dan bathin, PASTI tak ada lagi pergunjingan, perkataan dan ucapan yang mengungkit ungkit permasalahan yang telah lalu... bukankah ssetiap tahun kitapun berharap hati kita kembali bersih, dihilangkan segala kotoran., tapi kenapa masih saja mendengar si qorin?

kenapa masih ada suara yang menjelekkan si tetangga anu, si sodara itu, si inu dll dsb, bahkan setelah acara halal bil halal baru saja selesai?
kenapa masih ada sikap diam diaman setelah matahari diujung kepala di awal syawal? lalu apa yang sebenarnya kita ucapkan, kita minta ke orang lain, dan apa yng kita ucapkan untuk diberikan kepada orang lain baik di sms, email, chatting, bb, blog, dan bahan ketika kita sungkeman, halal bi halal? apa sekedar rutinitas? bukan kewajiban yang kita laksanakan atas dasar janji???
kenapa hati masih beku dan tak mau bersapa sapa kembali? knp hanya sedikit yang di luluhkan, bukan semua?

Be First to Post Comment !
Posting Komentar